• Aturan Akademik

    ATURAN-ATURAN AKADEMIK

     

     

    1.            Bimbingan Akademik

     

    1. Untuk membantu keberhasilan studinya, mahasiswa perlu mendapatkan bimbingan akademik secara teratur, terpadu dan menyeluruh dari dosen wali
    2. Tugas dosen wali adalah :
      1. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi, dan memberikan pertimbangan kepada mahasiswa yang mengulang/memperbaiki nilai
      2. Memantau dan membantu perkembangan akademik mahasiswa
      3. Membantu memecahkan masalah akademik dan non-akademik yang dihadapi mahasiswa walinya
      4. Melaporkan kepada ketua prodi/dekan jika mahasiswa walinya menghadapi masalah yang memerlukan penanganan khusus.
    3. Untuk menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan 2 di atas, maka dosen wali harus melakukan bimbingan secara terstruktur, minimal 4x dalam satu semester
    4. Jika ada dosen wali yang tidak melaksanakan fungsinya dengan baik, maka Wakil Dekan I /Dekan berhak mencabut status dosen wali dan tidak mengeluarkan surat keterangan sebagai dosen wali.

      

    2.            Perencanaan Studi

    1.  Menjelang dimulainya kegiatan studi pada setiap semester (sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan) mahasiswa diharuskan mengisi matakuliah setiap blok yang akan diikutinya pada semester yang bersangkutan di bawah bimbingan Pembimbing Akademik (selanjutnya disingkat PA) atau kaprodi/ Wakil Dekan I (dalam hal PA berhalangan).

          Mata kuliah yang dipilih dicantumkan dalam KRS yang format dan tata cara pengisiannya dapat dilihat pada lampiran.

     

    2.  Pengisian KRS

    1. Mata kuliah yang di pilih selanjutnya diisikan dalam kartu Rencana Studi (KRS) secara online dengan benar dan teliti melalui  http://krsonline.unsyiah.ac.id.
    2. Dosen wali selanjutnya memberikan persetujuan secara online.
    3. Setelah mendapatkan persetujuan KRS secara online, maka mahasiswa harus mencetak hasilnya sebanyak 4 rangkap dan mengembalikan hasil cetak kepada dosen wali setelah ditandatangani oleh mahasiswa
    4. Mahasiswa mencetak berkas yang telah disetujui dan didistribusikan kepada dosen wali, program studi, dan subbag akademik fakultas.
    5. Mahasiswa yang tidak mengisi atau salah mengisi KRS online dapat mengakibatkan tidak akan tercantum dalam Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA), sehingga mata kuliah tersebut tidak dapat dikeluarkann  di akhir semester.

     

     

     

     

    3.  Sanksi Keterlambatan Pengembalian KRS

    1. Bila mahasiswa yang tidak mengembalikan KRS pada waktu yang telah ditentukan tanpa alasan yang dapat diterima, maka mahasiswa tersebut tidak dibenarkan mengikuti kegiatan akademik pada semester tersebut.
    2. Mahasiswa yang terlambat melakukan berbagai jenis registrasi sesuai denga jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender akademik, diharuskan mengambil cuti akademik.
    3. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi pada satu semester tertentu tanpa mengajukan cuti akademik, maka semester tersebut tetap diperhitungkan dalam masa studi mahasiswa yang bersangkutan.
    4. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi administrasi selama 2 semester berturut-turut dianggap mengundurkan diri dari unsyiah.

     

    4.3.         Evaluasi Keberhasilan Proses Pembelajaran SKG

     

    1. Keberhasilan belajar mahasiswa akan dievaluasi sebagai berikut :
      1. Pada akhir semester 2 lulus minimal dengan 36 SKS dari mata ajar dengan IPK > 2,00.
      2. Pada akhir semester 4 lulus minimal dengan 72 SKS dari mata ajar dengan IPK > 2,00.
      3. Pada akhir semester 6 lulus minimal dengan 108 SKS dari mata ajar dengan IPK > 2,00.
      4. Pada akhir program studi SKG mahasiswa dinyatakan lulus bila telah memenuhi 144 SKS dengan minimal IPK > 2,00.
    2. Prasyarat penerimaan Program Profesi Dokter Gigi FKG Unsyiah adalah Sarjana Kedokteran Gigi dengan IPK minimal 2,00 dan maksimal 2 tahun setelah lulus SKG.

     

     

    4.4.         Macam Ujian

            Ujian dapat dilaksanakan dengan cara :

    1. Ujian tertulis (essay atau pilihan pertanyaan ganda/ multi discipline Examinamation)
    2. Ujian lisan (analisis kasus/ Student Oral Case Analysis)
    3. Ujian Obyektif Terstruktur Ketrampilan Klinik (Objective Structured Clinical Examination)

     

    4.5.         Waktu Pelaksanaan Ujian

            Pelaksanaan ujian dalam setiap blok dimungkinkan 2 (dua) kali saat blok berjalan (ujian tengah blok dan/atau akhir blok).

    Catatan: Ketentuan detil lihat di jadwal pelaksanaan

     

    4.6.         Persyaratan Mengikuti Ujian

            Mahasiswa yang diijinkan mengikuti ujian harus memenuhi persyaratan kehadiran minimal 75% dari semua kegiatan blok.

     

     

     

    4.7.         Evaluasi Hasil

            Konversi nilai dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    1.    Nilai ujian mahasiswa dalam bentuk angka (dari skala nilai 0-100) diubah ke dalam bentuk huruf dengan berpedoman kepada metode PAP (Penilaian Acuan Patokan), dengan dua (2) variasi yaitu PAP sedang dan PAP tinggi.

    2.    Varian penilaian yang digunakan untuk tutorial adalah Varian I (tingkat kompetensi sedang).

    3.    Varian penilaian yang digunakan untuk skils lab adalah Varian II (tingkat kompetensi tinggi).

    4.    Rentang nilai PAP untuk varian I dan varian II adalah sebagai berikut:

     

     

    Tingkat Kompetensi Tinggi (Varian II)

    A ≥ 87

    78 ≤ AB < 87

    69 ≤ B < 78

    60 ≤ BC < 69

    51 ≤ C < 60

    41 ≤ D < 51

    E < 41

     

     

    4.8.         Penilaian

            a. TUTORIAL              

     

     

    Yang dinilai

    Jenis

    Bobot

    1.

    Pengetahuan (40%)

    Ujian tulis (MDE) dan / atau Ujian lisan (SOCA)

    Kuis

    80%

    20%

    2.

    Proses dan Sikap (60%)

    Kehadiran (tutorial, kuliah pakar, dan reinforcement)

    Penilaian tugas/presentasi oleh fasilitator

    Keaktifan dalam diskusi

    Penilaian tugas/presentasi oleh teman (peer assessment)

    Sikap

    Loog book

    Penulisan laporan

    10%

    20%

    25%

    5%

    20%

    10%l

    10%

     

          Nilai lulus minimal C (Varian II)

     

     

     

            b.    SKILLS LAB

     

     

    Yang dinilai

    Jenis

    Bobot

    1.

    Pengetahuan (40%)

    Ujian keterampilan dan / atau OSCE

    Kuis

    80%

    20%

    2.

    Proses dan sikap (60%)

    Kehadiran

    Teknik/Keterampilan

    Instrumentasi/Persiapan alat

    Sikap

    15%

    60%

    10%

    15%

     

          Nilai lulus minimal C (Varian II)

     

     

     

    1. NILAI AKHIR SKRIPSI, ditentukan berdasarkan bobot berikut :

     

     

    Yang dinilai

    Bobot

    1.

    Nilai bimbingan

    50%

    2.

    Nilai ujian (sidang)

    30%

    3.

    Log book

    20%

     

    Total

    100%

     

     

     

    4.9.         Perbaikan Nilai

    1. Nilai akhir terendah yang tidak boleh diperbaiki adalah nilai B
    2. Mata kuliah yang nilai akhirnya diperbaiki turut diperhitungkan dalam penentuan beban studi semester berikutnya.
    3. Perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) didasarkan kepada nilai terakhir yang dicapai oleh mahasiswa untuk mata kuliah tersebut.
    4. Usaha perbaikan nilai harus dilaksanakan sesegera mungkin dalam rentang waktu studi yang telah ditetapkan
    5. Ketentuan Ujian Perbaikan (Remedial Examination) :

    a.    Setiap blok berkewajiban untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa yang sedang                mengikuti blok tersebut untuk memperbaiki nilai sebelum blok berakhir.

    b.    Nilai akhir yang diambil adalah nilai yang terbaik

     

    4.10        Kecurangan Akademik dan Pemberhentian Mahasiswa

    4.10.1    Kecurangan Akademik

    Bentuk-bentuk kecurangan akademik berikut ini dapat menyebabkan mahasiswa mendapatkan hukuman pembatalan nilai, skorsing atau pemberhentian sebagai mahasiswa.

    1.   Melakukan tindakan plagiat dalam setiap aspek kegiatan akademik

    2.   Melakukan kecurangan dalam kegiatan evaluasi proses pembelajaran

    3.   Melakukan pemalsuan data akademik

    Bentuk hukuman diputuskan oleh Senat Fakultas yang bersangkutan dengan mempertimbangkan berat ringannya kecurangan. Mahasiswa harus diberikan kesempatan yang cukup untuk menyampaikan pembelaannya.

     

    4.10.2    Pemberhentian Mahasiswa

    1.    Pemberhentian mahasiswa dilakukan atas dasar:

            a.  Permintaan sendiri

            b.  Tidak memenuhi persyaratan akademik

            c.  Melanggar ketentuan Universitas

    2.    Pemberhentian mahasiswa ditetapkan melalui Keputusan Rektor

    3.    Mahasiswa yang telah diberhentikan dari Unsyiah karena tidak memenuhi persyaratan akademik dan/atau karena melanggar ketentuan universitas tidak dapat diterima kembali sebagai mahasiswa dalam lingkungan Unsyiah.

    4.11.      Meninggalkan Kegiatan Akademik, Mutasi dan                 Pemberhentian Mahasiswa

    4.11.1    Meninggalkan Kegiatan Akademik

    1. Yang dimaksud dengan meninggalkan kegiatan akademik adalah keadaan dimana   mahasiswa tidak aktif untuk melakukan kegiatan akademik pada suatu semester tertentu.
    2. Mahasiswa dibenarkan meninggalkan kegiatan akademik dengan izin (cuti akademik, Prosedur Opersional Baku 008/H11/PP-SOP/2010), maksimum dua semester selama masa studi yang telah ditetapkan. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam perhitungan masa studi.
    3. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi administrasi dan tidak mengajukan cuti akademik dianggap meninggalkan kegiatan akademik tanpa izin.
    4. Apabila mahasiswa meninggalkan kegiatan akademik tanpa izin, maka semester ketika meninggalkan kegiatan akademik tersebut diperhitungkan dalam masa studi keseluruhan.
    5. Bagi mahasiswa yang telah melakukan registrasi administrasi, namun kemudian mengajukan cuti akademik, maka biaya pendidikan yang telah dibayarkan tidak dapat diminta kembali.
    6. Mahasiswa dibenarkan mengajukan cuti akademik mulai semester ketiga dengan alasan yang dapat dibenarkan.
    7. Mahasiswa yang menerima beasiswa/ikatan dinas tidak dibenarkan mengajukan cuti akademik terhitung mulai saat yang bersangkutan menerima beasiswa/ikatan dinas.
    8. Pengajuan permohonan cuti akademik setiap semester hanya diperkenankan sampai batas waktu tertentu yang telah ditetapkan dalam kalender akademik.
    9. Dekan mengeluarkan izin tertulis setelah mempertimbangkan permohonan tertulis dari mahasiswa, pendapat dosen wali dan Pembantu Dekan I yang bersangkutan. Dekan berhak menolak permohonan cuti akademik. Dekan melaporkan kepada Rektor mahasiswa yang diizinkan cuti akademik untuk pendataan.
    10. Bagi mahasiswa yang mengambil cuti akademik, diperkenankan melanjutkan blok pada semester yang akan diikuti selanjutnya. Blok yang tertinggal pada saat cuti akademik harus diambil ulang setelah selesai blok 12 dan sebelum blok 13-14.
    11. Mahasiswa yang dalam menjalankan tugas untuk kepentingan universitas/negara atas izin Rektor terpaksa meninggalkan kegiatan akademik maksimum sampai batas masa perubahan KRS, dapat dipertimbangkan oleh dekan, sebagai mengikuti kegiatan akademik sepenuhnya. Jika masa waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas tersebut melebihi masa yang ditetapkan, maka yang bersangkutan dianggap cuti akademik.

     

     

    4.11.2    Perpindahan dari Perguruan Tinggi Lain ke UNSYIAH (Prosedur Operasional Baku 009/H11/PP-SOP/2010)

    1. Perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi lain hanya dapat dilakukan pada awal tahun akademik.
    2. Perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi lain hanya dapat dipertimbangkan untuk diterima di Unsyiah pada fakultas/program studi yang sama, dengan memperhatikan kesetaraan akreditasi antara program studi/institusi asal dan tujuan.
    3. Mahasiswa yang bersangkutan disyaratkan aktif mengikuti kegiatan akademik dalam dua semester terakhir di perguruan tinggi asal. Penerimaannnya juga didasarkan atas pertimbangan tentang rentang waktu maksimum bagi penyelesaian studi.
    4. Mahasiswa yang bersangkutan tidak berstatus telah dikeluarkan (drop out) dari perguruan tinggi asal dan memiliki IPK minimum 2,75.
    5. Keputusan tentang diterima atau ditolak untuk menjadi mahasiswa Unsyiah diberikan oleh Rektor setelah mendengar pendapat Dekan Fakultas yang bersangkutan.
    6. Masa studi yang telah ditempuh di perguruan tinggi asal diperhitungkan dalam masa studi lanjutan di Unsyiah.
    7. Prosedur perpindahan :
    8. Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada Rektor Unsyiah dan menyampaikan tembusan kepada Dekan Fakultas yang dituju dengan melampirkan:
      1. Biodata mahasiswa yang bersangkutan yang disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi asal.
      2. Transkrip akademik dari perguruan tinggi asal.
      3. Fotokopi ijazah SLTA yang dimiliki.
      4. Rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi asal.
    9. Dalam memutuskan menerima mahasiswa yang bersangkutan, Rektor meminta pertimbangan Dekan Fakultas tujuan.
    10. Setelah mendapat persetujuan pindah dari Rektor Unsyiah, mahasiswa yang bersangkutan harus melengkapi permohonannya dengan surat keterangan pindah dari perguruan tinggi asal dan memperlihatkan ijazah SLTA yang asli.
    11. Penyelesaian administrasi pendaftaran, dilaksanakan oleh Biro Administrasi Akademik (BAA).
    12. Biaya pendaftaran/administrasi disesuaikan dengan biaya yang dikenakan kepada mahasiswa baru tahun akademik yang berjalan.
    13. Ketentuan khusus

                Mahasiswa pindahan diwajibkan mengambil seluruh mata kuliah pada program studi dimana yang bersangkutan terdaftar, kecuali mata kuliah yang telah lulus (minimum C+) dan diakui pengalihan kreditnya. Pengakuan kredit dilakukan oleh program studi tujuan.

     

     

    4.11.3    Perpindahan Antar Fakultas Dalam Lingkungan Unsyiah (Prosedur Operasional baku 010/H11/PP-SOP/2010)

    1.Perpindahan antar fakultas dalam lingkungan Unsyiah dilakukan di awal setiap semester pada masa yang telah ditetapkan dalam kalender akademik.

    2.Perpindahan hanya dapat dilakukan ketika mahasiswa akan memasuki semester ke tiga.

    3.Mahasiswa yang bersangkutan disyaratkan aktif mengikuti kegiatan akademik dalam dua semester terakhir di fakultas/program studi asal.

    4.Mahasiswa yang bersangkutan dikenakan masa percobaan selama dua semester, dengan ketentuan bahwa jika selama masa percobaan tidak berhasil mencapai IPK minimum 2,00, yang bersangkutan akan dikeluarkan dari Unsyiah dengan Keputusan rektor.

    5.Selama masa percobaan pada fakultas yang dituju, mahasiswa yang bersangkutan hanya dibenarkan mengambil beban studi 12-18 SKS.

    6.Masa studi yang telah ditempuh di program studi asal diperhitungkan dalam masa studi lanjutan di program studi tujuan, dan secara total tidak melebihi ketentuan. Prosedur perpindahan:

    a.Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada Rektor Unsyiah, dengan menjelaskan alasan kepindahan, dan menyampaikan tembusan kepada Dekan Fakultas yang dituju dengan melampirkan:

    1. Biodata mahasiswa yang bersangkutan yang disahkan oleh pimpinan fakultas asal.
    2. Transkrip akademik terakhir.

    b.Rektor meminta pertimbangan Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling Unsyiah. Untuk keperluan itu Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling akan melakukan psikotes terhadap mahasiswa yang bersangkutan pada masa yang telah ditentukan.

    c.Berdasarkan pertimbangan Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling, Rektor meminta pertimbangan Dekan Fakultas asal dan tujuan.

    d.Keputusan Rektor disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dengan tembusan kepada Dekan Fakultas asal dan Dekan Fakultas  yang dituju.

    e.Ketentuan Khusus

    Mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan mengambil seluruh mata kuliah pada program studi yang baru, kecuali yang telah lulus (minimum C+) dan diakui pengalihan kreditnya. Pengakuan kredit dilakukan oleh program studi tujuan.

                NIM mahasiswa pindah akan disesuailkan dengan kode fakultas/program studi tujuan.

     

    4.11.4    Perpindahan Antar Program Studi Dalam Lingkungan Fakultas Yang Sama (Prosedur Operasional baku 011/H11/PP-SOP/2010)

    Keputusan pindah ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor setelah mendengar pendapat Dekan yang bersangkutan.

     

    4.11.5    Perpindahan Dari Unsyiah Ke Perguruan Tinggi Lain (Prosedur Operasional baku 012/H11/PP-SOP/2010)

    1.Perpindahan dari Unsyiah dapat dilakukan di awal setiap semester

    2.Prosedur perpindahan:

    a.Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada Dekan fakultas.

    b.Dekan meneruskan permohonan pindah ke Rektor.

    c.Rektor menetapkan persetujuan pindah dari Unsyiah

    3.  Mahasiswa yang sudah mendapatkan persetujuan pindah dari Rektor, tidak dibenarkan lagi mengajukan permohonan masuk kembali ke Unsyiah

     

    4.12.      Administrasi Akademik

    Semua data akademik diolah dengan sistem komputer. Kartu/daftar yang diperlukan adalah:

    a.    KRS

    b.    DPNA

    c.     KHS

    d.    Daftar Peserta, selanjutnya di singkat DP

    Pada setiap waktu menjelang dimulainya kegiatan akademik semester, para mahasiswa mengisi KRS dengan bimbingan dan pengarahan dari PA. Data KRS ini diolah oleh Pusat Komputer sehingga diperoleh DPNA untuk setiap mata kuliah. Lembaran DP ini disampaikan kepada Kepala Bagian/Koordinator Pendidikan dari masing-masing mata kuliah selambat-lambatnya sebelum masa kuliah dimulai tiap semester. Sebelum semester dimulai diserahkan 3 (tiga) eks DP, 2 untuk komisaris kelas untuk pengisian absensi, dan 1 untuk Koordinator Pendidikan untuk mengisi nilai kuis, ujian mid semester, dan sebagainya. Pada setiap akhir semester, SBP menyerahkan formulir DPNA kepada Tim Blok/Koordinator Pendidikan. Segera setelah diberi penilaian terhadap ujian akhir semester, Tim Blok/Koordinator Pendidikan yang bersangkutan menyerahkan DPNA dari mata kuliah yang diasuhnya kepada Kepala Pusat Komputer melalui Kabag Pendidikan Prodi Kedokteran Gigi.

                    Selanjutnya informasi yang diperoleh melalui DPNA diolah oleh pusat Komputer sehingga diperoleh KHS untuk setiap mahasiswa dari DKN untuk setiap PA. Pada akhir masa studi, Dekan, dengan bantuan Pusat Komputer, akan mengeluarkan transkrip akademik untuk setiap lulusan. Dalam hubungannya dengan aliran dokumen tersebut di atas, SBP Fakultas berperan antara lain:

    1. Mengumpulkan KRS dan kemudian menyerahkannya ke Pusat Komputer;
    2. Menerima DP dari Pusat Komputer pada awal semester, lalu menyerahkannya kepada Tim Blok;
    3. Menerima formulir DPNA dari Pusat Komputer dan menyerahkannya kepada Koordinator Pendidikan, lalu menerima DPNA dari Tim Blok segera setelah ujian akhir tiap semester, kemudian menyerahkan ke Pusat Komputer; dan
    4. Menerima KHS dari Pusat Komputer untuk diserahkan kepada para PA masing-masing sebagai bahan informasi dan untuk mendapat pengesahan. Setelah mendapat pengesahan dari PA dan Ketua Prodi, SBP menyerahkan KHS pada mahasiswa dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

     

    4.13.      Yudisium, Wisuda Dan Ijazah

    4.13.1  Yudisium

    1. Mahasiswa yang telah memenuhi semua persyaratan bagi penyelesaian program studi sarjana dan diploma akan diberikan predikat yudisium pujian, sangat memuaskan dan memuaskan, dengan ketentuan sebagai berikut:

     

    Predikat Kelulusan

    Ketentuan

    IPK

    Masa Studi

    Pujian

    3,51 – 4,00

    Sarjana: n + 1 semester

    Sangat memuaskan

    2,76 – 3,50

    Sarjana: n + 3 semester

    Memuaskan

    2,00 – 2,75

     

     

         

     

    1. Pemberian predikat yudisium pujian untuk program diploma dan sarjana ditentukan juga dari terpenuhinya persyaratan berikut ini:
      1. Tidak pernah mengulang mata kuliah
      2. Tidak ada nilai D
      3. Tidak pernah cuti akademik
    2. Masa studi mahasiswa untuk menentukan predikat yudisium ditentukan dari saat registrasi pada semester pertama sampai saat dinyatakan lulus ujian karya ilmiah/skripsi.

     

     

    4.13.2  Wisuda

    1. Para lulusan Unsyiah berhak untuk mengikuti upacara wisuda (Prosedur Operasional Baku 014/H11/PP-SOP/2010).
    2. Upacara wisuda dilaksanakan 4 (empat) kali dalam satu tahun akademik, yaitu tiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
    3. Dekan melaporkan kepada Rektor secara tertulis nama-nama lulusan yang berhak ikut upacara wisuda 20 hari kerja sebelum pelaksanaan upacara wisuda.
    4. Wisuda Sarjana Kedokteran Gigi dilaksanakan bersama dengan Wisuda Sarjana Universitas Syiah Kuala.
    5. Ikrar janji Sarjana Kedokteran Gigi (selanjutnya disingkat SKG) dilaksanakan 2-4 kali setahun.
    6. Semua biaya untuk keperluan wisuda dan ikrar Sarjana Kedokteran Gigi dibebankan kepada yang bersangkutan.

     

     

    4.13.3    Ijazah

    1. Ijazah merupakan surat tanda bukti yang diberikan kepada seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada suatu program studi pada Unsyiah.
    2. Setiap ijazah ditandatangani oleh Rektor dan Dekan.
    3. Apabila ijazah asli hilang atau rusak, Unsyiah dapat mengeluarkan ijazah pengganti.
    4. Ijazah diterbitkan 4 kali setahun, yaitu tiap hari kerja pertama awal bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
    5. Ijazah diberikan pada saat upacara wisuda.
    6. Bagi lulusan yang tidak ikut upacara wisuda, ijazah diberikan sesudah upacara wisuda.
    7. Ijazah keserjanaan (SKG) diberikan apabila mahasiswa telah menyelesaikan Tahap Program Pendidikan Sarjana Kedokteran Gigi. Ijazah diterbitkan oleh Universitas Syiah Kuala.
    8. Untuk memperoleh ijazah tersebut, mahasiswa diharuskan menyertakan keterangan dari Unit Pelaksana Tugas (selanjutnya disebut UPT) Pustaka atau keterangan bebas pinjaman dari unit lain.
    9. Bagi mahasiswa yang akan melanjutkan ke jenjang profesi Dokter Gigi, harus memiliki IPK Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) ≥ 2,00

     

    4.14.      Karya Ilmiah/Skripsi Mahasiswa

    1. Penulisan karya ilmiah/skripsi harus diselesaikan dalam waktu paling lama satu tahun terhitung sejak usulannya disetujui oleh pembimbing. Apabila penulisannya tidak selesai dalam batas waktu tersebut, maka usulan karya ilmiah/skripsi tersebut perlu ditinjau kembali oleh ketua program studi yang bersangkutan.
    2. Karya ilmiah/skripsi diujikan setelah mahasiswa lulus semua mata kuliah yang harus diselesaikan sesuai kurikulum
    3. Pada saat pendaftaran ujian karya ilmiah/skripsi mahasiswa harus menyerahkan nilai TOEFL yang masih berlaku minimum 475.